Profil Sekolah
 » PPDB 2010/2011
 » Home
 » Visi dan Misi
 » Mars SMA 1 Lumajang
 » Sejarah SMA 1
 » Archive
 » Galeri
 » Peta Lumajang

Staff
 » Kepala Sekolah
 » Guru
 » Karyawan/TU

Online Class
 » E-Learning
 » Ujian Online

Alumni
 » Data Alumni
 » Forum Lumajang

Link
 » Alternatif Mirror BSE
 » Tool
 » Komunitas Grafis SMASA
 » Album Foto
 » Biologi
 » BLOG
 » Astronomi
 » Download BSE
 » CyberSchool
 » Tutorial Mulok

Kategori Berita
 » Artikel Bebas [7]
 » Berita Sekolah [8]
 » Buletin Komite SMA 1 [2]
 » Religi [2]
 » Tekologi Informasi [7]

Artikel Lain
 » Selamat Datang di Situs RESMI SMAN 1 Lumajang
 » Pengumuman Hasil Seleksi PSB JPA 2007/2008
 » Buletin Komite edisi Maret 2007
 » Buletin Komite edisi Pebruari 2007
 » Buletin Komite edisi Januari 2007

» Front.. » Artikel


Warning: date() expects parameter 2 to be long, string given in /home/sman1lmj/public_html/front.php on line 20
Seorang Nenek Mengaku Berhasil Menemukan Obat Flu Burung
[] By Fendis

Jakarta - Meluasnya wabah flu burung membuat Sulastri Sahal tergerak hatinya. Wanita berusia 63 tahun ini mengaku berhasil membuat obat untuk menyembuhkan penyakit flu burung. Obat berbentuk kapsul warna merah itu diberinya nama proflub.

Sulastri membawa obat ciptaannya ke Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RPSI) Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara. Didampingi seorang asistennya, Sulastri tiba di RSPI pukul 16.30 WIB, Selasa (27/9/2005).


Wanita tua berbaju merah muda, celana panjang hitam dan kerudung coklat itu kemudian diterima oleh seorang perawat. Menerima obat yang ditawarkan? Si perawat tak berani melakukannya. Ia hanya menyarankan Sulastri untuk datang lagi besok pagi saat direktur rumah sakit ada di tempat.


Sulastri, kepada detikcom yang menemuinya di Ruang Cempaka RSPI, mengaku sudah datang ke kantor Depkes pada pukul 11.00 WIB. Karena Dirjen Kesehatan tidak ada, dia diterima pegawai tata usaha Dirjen Kesehatan. Sulastri mengaku disuruh langsung datang ke RSPI.


Warga Jalan Mawar Reni Jaya Blok E.8/2, RT 1 RW 7, Pondok Petir, Sawangan, Depok, ini mengaku membuat obat flu burung dari lima macam ramuan. Bahan yang digunakan adalah acorus calamus, coriendri fructuf, coleus scutellariodes, zingiber americonus, dan plaglantu niruni.


Bahan apa itu? Apa istilahnya dalam bahasa Indonesia? Sulastri menolak menjelaskan. "Bahasa kedokteran memang harus seperti ini," kilahnya sembari menambahkan dosis obatnya untuk orang dewasa adalah tiga kali dua sehari, sedangkan untuk anak tiga kali satu sehari.


Sulastri mengaku mendapatkan keahlian membuat obat secara turun menurun. Dia kemudian menunjukkan riwayat keberhasilan dia sebagai ahli pengobatan. Ia, misalnya, pernah berhasil mengobati pasien diabetes, darah tinggi, leukimia, dan membuat 25 jenis obat.


Resep obat flu burung, menurut Sulastri, terlintas secara otomatis saat Menteri Kesehatan Siti Fadillah Supari mengumumkan kejadian luar biasa (KLB) flu burung. "Ketika saya melihat menteri mengumumkan KLB flu burung di televisi, saya secara otomatis menulis resep obat ini," katanya.


Sulastri yakin obat flu burung yang dibuatnya juga akan berhasil seperti ciptaan-ciptaannya sebelumnya. "Insya Allah akan berhasil," katanya dengan meyakinkan.(Detik.com).


Artikel lain :
» PAS Coming Soon ...» Merintis Sekolah Berstandar Nasional
» Friendster, Penting Gak Sih di Sekolah?» IMPLEMENTASI SEKOLAH KATEGORI MANDIRI
» Membuat Joomla Server dengan Speedy Office» [Embel-embel] Sekolah Plus, Standart Nasional, Internasional
Pojok Admin

Admin

Anda pengunjung ke
sejak 02 Mei 2007

Foto Random

Kalender


© ™ 2007 SMA Negeri 1 Lumajang
Jl. A.Yani 7 Lumajang - Jawa Timur
Tlp. (0334) 881747 e-Mail : support@sman1lmj.sch.id
Powered by LiteCMS