Buletin Komite edisi Maret 2007 [] Buletin Komite SMA 1 By Admin
Edisi : 3 .... MARET 2007 Alamat : Jalan Ahmad Yani no 07 Lumajang, Telp 881747
APA LAGI FUNGSI KOMITE SEKOLAH ?
Pada edisi 2 bulan Pebruari 2007, dipaparkan fungsi Komite Sekolah selaku Pendukung dan dijabar-
kan dalam bentuk operasional. Masih ada beberapa fungsi pendukung lainnya seperti diuraikan dibawah ini.
Komite memberikan dukungan dalam pelaksanaan kegiatan ekstra kurikuler disekolah Komite dapat membuat dan melaksanakan Konsep Subsidi silang pada setiap kesempatan penarikan sumbangan pendidikan dari orang tua siswa atau masyarakat, dan diperuntukkan bagi siswa dari keluarga kurang mampu, atau siswa berprestasi maupun untuk kepentingan pendidikan pada kelas khusus, dll. Atas prakarsa Komite Sekolah, dapat mengadakan kegiatan inovatif untuk merangsang dan meningkatkan kesadaran dan komitmen masyarakat. Misalnya mengadakan panggung hiburan yang dilakukan oleh siswa sebagai perwujudan pelestarian budaya atau mengadakan bazar serta menampilkan karya-karya siswa.
Kegiatan semacam itu dapat pula dikemas untuk memperoleh dana bagi sekolah.
Komite Sekolah perlu membantu dalam menciptakan hubungan dan kerja sama antara sekolah dengan orangtua siswa dan atau masyarakat. Kerja sama ini sangat penting artinya dalam membangun komunikasi interaktif baik dalam penyampaian hasil pembelajaran siswa disekolah maupun menerima masukan-masukan.
3. Fungsi Komite Sekolah dari Peran sebagai
Pengontrol (Controlling)
Bagaimana Fungsi pengontrol yang dilakukan oleh Komite Sekolah?
Komite Sekolah dapat malakukan evaluasi dan pengawasan terhadap kebijakan, pelaksanaan program, penyelengaraan kegiatan sekolah dan keluaran pendidikan.
Bagaimana penjabarannya ?
3.1. Adakan rapat atau pertemuan secara rutin ataupun insidental dengan Kepala Sekolah dan dewan guru. Hal ini dimaksudkan untuk melakukan evaluasi dari sumber data primer yang kemudian dapat dijadikan bahan pertimbangan
3.2. Lakukan kunjungan kesekolah baik secara bersama-sama dengan anggota yang lain atau sebagian anggota.
Apa yang dilakukan oleh anggota Komite ?
Mereka dapat melihat langsung bagaimana proses pembelajaran berlangsung. Mereka juga dapat melihat kelebihan dan kekurangannya. Tentunya dilakukan dengan baik dan santun.
3.3. Komite melalui mekanismenya dapat meminta penjelasan kepada pihak sekolah tentang hasil belajar siswa.
3.4. Bekerjasama dengan sekolah dalam kegiatan penelusuran alumni, dan kemudian dilakukan komunikasi aktif untuk melakukan sesuatu bagi kepentingan kemajuan pendidikan disekolah.
4. Fungsi Komite Sekolah dari Peran sebagai
Mediator (Mediator)
Apa yang dimaksud dengan fungsi mediator ?
Mediator dalam bahasa umum dimasyarakat yaitujembatan atau pengantara antara dua pihak atau dua kepentingan. Apa saja ?
4.1. Melakukan kerja sama dengan masyarakat
Kerjasama dengan masyarakat dilakukan untuk :
a/ Membina hubungan dan kerjasama yang harmonis dengan seluruh stakeholder pendidikan khususnya dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI)
Kenapa secara khusus disebutkan perlunya hubungan dengan DUDI ?
DUDI terutama yang sudah besar dan mapan, selalu menyisihkan dana untuk kegiatan sosial diantaranya pendidikan. DUDI pun memerlukan keluaran pendidikan yang ideal dan siap, yang mampu melaksanakan dan mengetrapkan kemampuan ilmu dan teknologi yang semakin canggih.
Diakui memang di Indonesia banyak DUDI yang masih perlu diajak bicara untuk merangsang komitmennya terhadap pendidikan secara khusus. Tidak gampang memang. Dan tidak banyak DUDI yang peduli pada pendidikan.
Tapi apakah hanya DUDI sasarannya ?
Selain DUDI, sebenarnya masih banyak pula masyarakat peduli pendidikan yang perlu mendapat perhatian dan pendekatan personal.
b/ Mengadakan penjajagan tentang kemungkinan untuk dapat mengadakan kerjasama atau MOU dengan lembaga lain untuk memajukan sekolah.
Kerjasama atau MOU (Memorandum Of Undersatanding) yang dalam bahasa Indonesianya : Nota Kesepahaman, sangat diperlukan guna memastikan bentuk kegiatan serta langkah-langkah strategis yang harus diambil.
Ada yang perlu dimengerti oleh kedua pihak tentang hak dan kewajiban apabila telah melakukan MOU. Kedua hal tersebut merupakan bentuk toleransi yang dapat diterima oleh masing-masing pihak dalam melakukan segala hal yang dicantumkan dalam pasal-pasalnya.
4.2 Menampung dan menganalisa aspirasi, ide, tuntutan dan berbagai kebutuhan pendidikan yang diajukan oleh masyarakat
Apa dan bagaimana cara menampung dan menganalisa ?
a/ Prakarsa Komite Sekolah untuk memperoleh masukan dari masyarakat dapat dilakukan dengan cara langsung dan tidak langsung.
Cara langsung pertama adalah dengan mangadakan pertemuan dengan masyarakat untuk dilakukan dialog langsung
Cara langsung kedua adalah dengan melaksanakan kegiatan talk S.H.ow di media elektronik (radio) secara interaktif, atau melalui media cetak yang menerima kritik san saran.
Cara tidak langsung adalah dengan cara menyebarkan kuesioner untuk memperoleh masukan, saran-saran dan ide kreatif dari masyarakat.
Sebaran kuesioner ini dilakukan oleh sebuah Tim khusus untuk dapat secara tepat menyebarkan , mengumpulkan kembali , memasukkan dalam sebuah data dan melakukan tabulasi , sehingga dapat dengan mudah terbaca maksud dan tujuan penyeba ran ini.
Hasilnya kemudian dianalisa untuk dirumuskan dalam sebuah bentuk rekomendasi Komite.
b/ Setelah Komite malakukan pengamatan terhadap sekolah, Komite dapat menyampai kan laporan kepada sekolah secara tertulis.
Laporan tersebut dapat dilengkapi dengan Rekomendasi Komite Sekolah.
Itulah uraian tentang Fungsi Komite Sekolah berikut penjabarannya dalam bentuk operasional.
Tentunya , untuk dapat melaksanakan kegiatan operasionalnya, Komite Sekolah memerlukan dukungan fasilitas organisasi yang memadai.
Hal ini akan kita ungkap dalam edisi 4, bulan April 2007
INFO SEPUTAR SEKOLAH KITA
|
Liga SMASA.
Untuk mengembangkan bakat minat atau potensi siswa dibidang Olah Raga khususnya Sepak Bola; OSIS SMA Negeri 1 Lumajang mempunyai Agenda tahunan yang dikemas dalam � LIGA SMASA � yaitu pertandingan Sepak bola antar kelas untuk kelas X dan XI. Dalam kegiatan ini siswa kelas XII memang tidak dilibatkan dengan maksud agar bisa lebih mengkonsesntrasikan diri dalam menghadapi Ujian Akhir.
Liga SMASA sudah berjalan empat kali sehingga untuk tahun ini adalah LIGA SMASA V yang pelaksanaannya dijadwalkan mulai 2 Maret s.d 5 Mei 2007, dengan bentuk yang berbeda dengan tahun sebelumnya; karena pesertanya melibatkan Team � SUPER STAR DEWAN GURU � sebagai wujud kepedulian dan perhatiannya dalam bidang Olah Raga khususnya Sepak Bola.
Bagaimana dengan Lapangan, aturan permainan dan hadiah ?
Lapangan : Karena SMA Negeri 1 Lumajang tidak mempunyai lapangan sepak bola sendiri, maka dalam kegiatan ini, OSIS SMA Negeri 1 Lumajang bekerjasama dengan masyarakat, desa yang mempunyai lapangan sepak bola dengan model sewa.
Liga SMASA untuk tahun ini dilaksanakan di lapangan sepak bola Bondoyudo dengan kontribusi (sewanya ) berbentuk 3 bola.
Aturan main : Aturan permainan dalam Liga SMASA Ini mengacu pada aturan nasional ( PSSI ), hanya tentunya disesuaikan dengan kondisi siswa dan sekolah yang sudah disepakati oleh panitia dan team. Sebagai contoh : keterlambatan / ketidak hadiran team akan terkena sangsi bahkan diskualifikasi, pelangaran akan terkena sangsi kartu kuning / merah tergantung bobot
pelanggarannya dan juga dikenakan denda yang harus dibayar setelah selesainya pertandingan.
Semua ini dimaksudkan untuk melatih disiplin siswa, sportifitas juga untuk mengurangi permainan keras
MAU TAHU HADIAHNYA !
Dalam Liga SMASA hadiah ditanggung oleh OSIS yang besarnya disesuaikan dengan kondisi Kas OSIS, untuk tahun ini (Liga SMASA V ) hadiahnya cukup besar (menurut posisi kas OSIS ) total Rp 560.000,00. Mau menambah / menjadi donatur / sponsor, kas OSIS selalu terbuka untuk para pembaca.
2. Pawai Ta�arruf
Sekolah merasa sebagai bagian dari masyarakat, karena itu kegiatan � kegiatan yang diselenggarakan oleh masyarakat diluar lembaga pendidikan, OSIS SMA Negeri 1 Lumajang akan berusaha untuk ikut berpartisipasi.
Sehubungan dengan hal diatas, Jumat 30 Maret 2007 OSIS SMA Negeri 1 Lumajang ikut berpartisipasi dalam Pawai Ta�arruf yang diselenggarakan oleh Jam�iyyatul Qurro� Wal Huffadh Jawa Timur dalam rangka MTQ dan Musyawarah Wilayah se-Jawa Timur yang pelaksanaan Pawai Ta�arrufnya di Lumajang sedangkan MTQ di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Banyuputih Kidul Jatiroto.
3. Penyusunan KTSP
Pelaksanaan penyusunan KTSP dengan melaksanakan workshop di Hotel Lumajang dan penyempurnaannya dilanjutkan di sekolah.
4. Penyelenggaraan Ujian
Pada tanggal 26 Maret � 3 April 2007 melaksanakan ulangan blok kemudian melaksanakan Try Out Ujian Nasional dengan soal dari tim penyusun MGMP se-Kabupaten Lumajang pada 28 � 30 Maret 2007.
Diterbitkan oleh : Komite SMA Negeri 01 Lumajang
Pimpinan Redaksi : Drs Hirdjanto. Dewan Redaksi : Djatmiko, S.H., Totok Heriyanto, H. Drs.Purwanto, I Made Suarjana, Dra Ninik Q
|